Kenalin, Nama saya Rizal Arifiansyah. Panggilan dirumah, Isal. Panggilan waktu masih jadi anak basket SMP, Sudamput. Trus ganti lagi, Cak Men.
Saya bersyukur sekali, karena nama yg akhirnya dikenal adalah Cak Men. Bukan "Sudamput". Saya sangat trauma bgt sama nama "Sudamput". Karena cerita itu berawal dari...
SMP. 2011 saya sekolah di SMPN 1 TULUNGAGUNG. Sekolah faforit pada waktu itu. Mulai dari MOS, saya dikenal sebagai anak LOSER. Jadi critanya anak loser hijrah jadi anak basket yg sangat amat, keren (katanya). Entah kenapa? Bagaimana? Panggilan saya jadi "sudamput". Mungkin karena saya anak desa. Alias, anak liar yang gampang bgt ngomong kotor. Diliat dari panggilannya aja sudah nampak, sudamput. Terdiri dari kata "asu" dan "damput".
Bagi anak Jawa pasti udah ndak asing dg kata2 itu. Tapi yaa, itu lah.
~Dasar Loser~
Tapi dengan semua keterbatasan itu. Saya bertahan dengan prinsip, menjadi anak loser yang populer. Pada akhirnya, saya menyesal kenapa saya punya prinsip itu. Di belakang itu saya juga bersyukur karena dengan saya menjadi loser, banyak cerita absurd yg tak terlupakan. Dengan saya menjadi populer, saya lancar sebagai anak loser.
-Sebenarnya ga populer bgt sih-
Dari SMP itu juga, sebagai anak loser saya punya beberapa cerita tentang hal yg menjijikan dalam hidup saya. Cinta. Hiks.
Lanjut kenalan nyok!!
Saya anak pertama dari 2 kakak beradik. Saya adalah kakak. Tapi sejak saya masuk SMP, saya menjadi adik. Sialan. Jabatan saya jadi turun, pangkat tetap, gaji? Belom. Papa saya mengasuh seorang anak yatim yang nampak semangat sekolah. Nih anak jauh diatas saya. Sekarang anak itu jadi kakak saya. Sudah 2 tahun dia putus sekolah, sempat kerja di konveksi. Pas kenaikan kelas 8, baru kakak saya masuk MAN kelas 10. Padahal harusnya kelas 12.
Saya punya adik, kandung. Dia termasuk manusia paling males di rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar